Lennie’s First Date – 1

Cerita Ngewe

Cewe Cantik Bugil,  ngewe memek ngentot_WMKami tinggal didaerah pedesaan 18 km dari kota. Tidak ada trayek bus yang bisa menjangkau daerah kami. Sebenarnya tinggal di desa tidak terlalu jelek, karena daerah kami juga memiliki fasilitas penunjang perekonomian yang cukup lengkap. Sehingga kami bisa tinggal cukup nyaman.

Permasalahan yang mungkin masih ada hanyalah kehidupan sosial. Kami jarang saling kunjung-mengunjungi sesama teman-teman sekolah karena kesulitan transportasi, dan rumah tetangga kami juga saling berjauhan letaknya sehingga hubungan anak-anak pun tidak terlalu rapat.

Aku dan adikku Lennie yang usianya hanya selisih 2 tahun, sudah terbiasa hidup menyendiri. Karena kebetulan usia kami juga sebaya, maka teman-temankupun juga sama dengan teman-temannya, sehingga hubungan kami pun menjadi semakin dekat, bukan hanya sebagai adik-kakak.

Lennie yang saat ini berusia 16 tahun, tumbuh menjadi seorang gadis remaja yang sangat cantik. Lekukan tubuhnya nyaris sempurna, pinggul dan dadanya meskipun tidak terlalu besar, tapi tampak padat dan indah sekali. Banyak temanku laki-laki yang memujinya sebagai gadis yang cantik dan sexy sekali.

Meskipun hubungan kami berdua sangat rapat, tapi kami berdua tidak pernah menyinggung masalah sexual. Aku tidak pernah melihat tubuhnya telanjang sejak 4-5 tahun terakhir. Kami juga tidak pernah main ‘dokter-dokteran’ atau yang semacam itu. Bahkan kami juga tidak pernah membicarakan masalah sex, sehingga aku nggak pernah tahu seberapa pengetahuannya ataupun apa yang dipikirkannya. Aku juga tidak pernah melihat Lennie berhubungan terlalu dekat dengan teman laki-lakinya. Sehingga aku yakin bahwa sampai saat ini dia masih perawan.

Demikian pula aku, aku tidak pernah menyentuh bagian sexual tubuh seorang gadis. Aku belum pernah melihat bentuk buah dada atau vagina seorang gadis, kecuali gambar-gambar di majalah. Aku terkadang juga memimpikan melihat dan meraba tubuh telanjang seorang gadis, khususnya saat aku sedang melakukan onani. Dan hanya sebatas itu pula pengalamanku tentang masalah sexual.

Situasi ini berlangsung sampai suatu hari kedua orang tua kami pergi kekota untuk ber-week end dan sekalian melayat teman dekat ayahku yang meninggal, sehingga harus meninggalkan rumah 3 hari. Karena kami memiliki banyak binatang peliharaan maka tidak mungkin kami pergi semua. Untuk itu aku ditugaskan untuk tetap tinggal dirumah merawat binatang peliharaanku. Ketika Lennie tahu aku tidak ikut pergi, maka dia pun memilih tetap tinggal di rumah pula. Dan akhirnya ayah-ibuku setuju dengan syarat kita berdua tidak boleh pergi kencan dengan teman-teman kami selama mereka pergi. Tapi mereka setuju kalau aku nonton film di drive-in, asal mengajak Lennie sekalian. Akhirnya ayah dan ibu berangkat hari jum’at pagi, bersama kami berangkat kesekolah.

Setelah pulang sekolah aku dan Lennie tiba dirumah dengan menumpang bus sekolah. Setelah itu aku segera ke gudang menyiapkan makanan buat binatang-binatang peliharaan kami, membersihkan kandang ayam dan lain-lain.

Setelah semua tugas selesai akupun masuk kerumah. Ternyata Lennie sudah menyiapkan makanan diatas meja. Lennie memang pandai memasak, aku sangat suka masakan buatannya.

“Lennie, sepertinya kamu sedang berusaha menjadi istri yang baik buatku,” pujiku.
Lennie pun tersenyum manis, “Banyak hal yang harus dipenuhi untuk menjadi seorang istri yang baik. Aku pun tidak tahu banyak tentang itu, tapi aku akan berusaha menemukan itu”
“Kamu sudah memiliki semua persyaratan yang diperlukan,” sahutku sambil tertawa.
“Well, mungkin ya, mungkin juga tidak,” ujarnya dengan senyuman aneh penuh teka-teki, “Yang jelas, kenapa kita tidak siap-siap mandi untuk pergi nonton film. Kamu akan mengajakku nonton film malam ini bukan?”
“OK, kamu menang” kataku, tapi aku ingin menggoda lagi adikku ini, “Akhirnya kamu berhasil juga pergi kencan, tapi sayangnya dengan kakakmu sendiri”

Dengan senyuman aneh dibalik mimik wajahnya, Lennie menjawab, “Ok, mari kita bersenang-senang kak, aku harap tidak semuanya jelek. Sebenarnya banyak teman-temanku yang bersedia menggantikan tempatku malam ini”
“Ya, aku percaya. Siapa yang kamu maksudkan? Si kurus Sally?”
Lennie tersenyum, “Dia memang bisa juga, tapi yang aku maksudkan Lauren”
“Lauren Wilton? Maksudmu Lauren Wilton ingin kencan denganku? Bagaimana kamu tahu? Dia begitu pendiam, aku tidak mengira kalau dia berani mengatakan hal itu”

Lennie tersenyum dan berkata, “Dia cuma pendiam didekat anak laki-laki. Tapi didekat gadis-gadis lainnya tidak demikian. Dia banyak cerita kepadaku tentang dirinya, diantaranya bersifat sangat pribadi. Salah satu diantaranya sesuatu yang ‘hot’ tentang dirimu”

Aku benar-benar terkejut dengan cerita Lennie. Lauren Wilton adalah gadis sebaya Lennie, setahuku dia adalah seorang gadis yang pendiam dan tertutup. Aku pikir dia cantik, bukan hanya cantik tapi juga sexy, dengan type body cheerleadernya. Aku mulai berpikir lebih lanjut tentang Lauren, suatu saat jika ketemu aku mungkin mengajaknya kencan. Aku tidak yakin dengan apa yang dimaksudkan Lennie dengan ‘hot’, tapi itu sepertinya merupakan harapan yang lebih baik dari sekedar berpegangan tangan. Karena kakak Lauren adalah temanku, aku jadi agak enggan untuk mencari tahu lebih lanjut tentang ‘hot’tersebut.

Aku juga terkejut Lennie mengunakan kata-kata yang menggambarkan tentang perasaan Lauren. Aku menganggap Lennie adalah seorang gadis yang sangat polos dan tidak paham tentang permasalahan sex, tapi sepertinya dia sedikit lebih tahu tentang masalah sex dari aku sendiri. Hal ini bisa aku lihat dari caranya menerangkan tentang hubungannya dengan Lauren dan kawan-kawannya tentang apa yang dilakukan seorang pemuda dan mungkin Lennie telah mengetahui jauh lebih dalam dan luas dari pada dirinya. Aku jadi khawatir aku telah salah menduga tentang dirinya. Mungkin dia sudah tidak perawan, mungkin dia telah berbohong. Aku penarasan untuk mencari tahu pemuda mana yang telah merampok ‘taman kecilnya’. Dari rahasiaku yang paling tersembunyi, tentang fantasi masturbasiku, aku pernah membayangkan melakukan itu pada Lennie.

“Bagaimana jika dia telah melakukan hal itu tanpa sepengetahuanku? Bagaimanapun juga aku harus mencari tahu tentang Lennie sebelum week-end ini berakhir dan ayah-ibuku kembali. Aku harus tahu juga tentang Lauren.”

Akhirnya aku selesai mandi dan ganti baju, ketika hari mulai petang. Lennie sudah siap menungguku. Dia mengenakan kaus pendek dan celana jean yang semakin menonjolkan bentuk bukit dada dan pinggulnya yang padat berisi. Jika bukan adikku, mungkin aku sudah tergiur dan bersuit memujinya.

“Gadis ini benar-benar telah masak,” pikirku. “Pemuda-pemuda akan segera ingin memetik perawan ini, dan seperti juga diriku,” aku tidak dapat mencegahnya tapi aku sedikit cemburu kepada pemuda yang akan beruntung mendapatkannya.

Ketika berangkat menuju pickup, Lennie melingkarkan tangannya kepinggangku dan dengan tersenyum lebar dia berkata,

“Hai kakak kencanku. Aku sangat gembira kamu mengajakku nonton film sendiri. Dengan begini aku dapat membayangkan seperti pergi kencan dengan pemuda. Kencan bersama dengan lainnya sudah baik, tapi kencan cuman berdua tentunya lebih menyenangkan, kamu tahu maksudku kak?”
Aku tertawa dan menyahut, “Ya, aku rasa sulit untuk melakukan ciuman di depan orang lain”
Lennie mencubit tanganku sambil berbisik, “Ya, memang sulit untuk melakukan itu,” dia tersenyum dengan tanda tanya dan mencubit lenganku sekali lagi sebelum masuk pickup.

Ketika sampai di drive-in, ternyata tutup. Sebuah tanda terpampang di depanya yang menyatakan bahwa ada perbaikan listrik dan akan dibuka dua hari lagi.

“Well, apa yang harus kita lakukan sekarang?” kataku kecewa.
“Bagaimana dengan drive-in di pinggir kota? Sekitar 30 km dari sini dan kita bisa sampai disana tidak terlalu terlambat”
“Oh, aku nggak tahu Len, yang kutahu disana memutar film untuk orang dewasa”
“Kenapa kamu pikir aku tidak ingin pergi?” kata Lennie, “Aku juga ingin melihat film dewasa, dan ini kesempatan buat kita. Kita kan bisa berbohong tentang umur kita. Ayolah Rickie, jangan takut. Ajak aku nonton film sex”.

Akirnya akupun sampai disana dalam waktu 25 menit. Disana sudah cukup gelap, dan kerena cukup gelap maka aku dan Lennie bisa membeli ticket tanpa banyak pertanyaan. Kamipun membawa mobil ke dalam dan mengambil deretan paling belakang.

Ketika aku sedang menyetel speaker di jendela, Lennie berseru, “Wah, lihat itu..”
Yang dimaksud Lennie ‘itu’ adalah seorang gadis yang telanjang bulat dengan buah dada dan kemaluannya yang terpampang jelas. Dia dalam pelukan laki-laki yang hanya memakai sepotong celana pendek dan mereka mulai berciuman. Kamera menyoroti mulut mereka sehingga tampak jelas lidah mereka yang saling bersentuhan dan permainan yang merangsang lainnya. Akhirnya speaker bisa berbunyi sehingga kami bisa mendengar rintihan lembut si gadis ketika laki-laki itu menurunkan tangannya mengusap pinggul padat gadis itu. Setelah berciuman dan saling meraba, laki-laki itu mengangkat gadis itu masuk kamar.

Adegan berikutnya memperlihatkan laki-laki dan gadis itu di atas ranjang. Lelaki berada diatas tubuh gadis itu, pantatnya naik turun seperti sedang bersanggama. Suara desahan keduanya dari speaker memenuhi seluruh ruangan cabin pickup. Meskipun tidak bisa melihat bagian paling utamanya yang saling berhubungan, tapi tampak seperti melakukan adegan sex sungguhan yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya. Beberapa menit kemudian keduanya berteriak cukup keras sebelum akhirnya terdiam. Sepanjang sepengetahuanku, mereka hanya melakukan acting, aku nggak yakin mereka benar-benar orgasme diatas ranjang itu.

Setelah itu adegan baru pasangan yang masih memakai pakaian lengkap. Tapi tidak lama kemudian, si laki-laki melepaskan baju dan bra si gadis dan meraba dan memilin puting si gadis. Dia melepaskan rok dan dijatuhkan kelantai. Si gadis melepas sabuk dan menurunkan celana laki-laki itu. Kemudian mereka saling reraba. Si lelaki menurunkan celana dalam si gadis sampai melewati kakinya. Sekarang si gadis dalam keadaan telanjang bulat sehingga buah dada dan kemaluannya terpampang semuanya. Si gadis pun segera menarik lelaki itu ke atas tubuhnya. Dan adegan senggama seperti tadi pun segera terjadi lagi.

Hanya suara merangsang yang mereka buat, tidak banyak melakukan gerakan panas, tapi membuatku benar-benar terangsang dan kemaluanku tegang dan membesar, memenuhi semua ruangan bagian depan jeanku. Napasku jadi berat dan tanganku kuletakkan diatas kemaluanku untuk mengurangi ketegangan yang terjadi. Ujung mataku menangkap bahwa film tersebut memberikan pengaruh yang sama terhadap Lennie. Pinggul adikku tampak bergerak-gerak dan nafasnya berat seperti aku. Lennie menggeser duduknya mendekatiku dan memeluk tanganku.

“Film ini seperti sesungguhnya, ya khan?” bisiknya.
“Ya, benar”
“Menurutmu apa mereka benar-benar melakukan itu? Cara mereka saling menekan vagina tidak kelihatan bagian itunya, tapi seperti dia benar-benar melakukan itu ke si gadis, benar kan?”
“Mereka mungkin hanya ber-acting, tapi benar-benar seperti sungguhan”
Lennie berbisik, “Wah, aku belum pernah melihat yang seperti ini. Sayangnya hanya sigadis yang kelihatan semuanya, tapi si lelaki tidak pernah kelihatan. Kamu dapat melihat bagian yang kamu inginkan tapi aku tidak.”

Kami berdua kemudian melihat ke film tanpa mengatakan apa-apa, hanya suara desahan yang datang dari speaker dan nafas kami yang semakin panas. Lennie tetap duduk merapat tubuhku, tangannya memeluk bagian atas tanganku. Batang kemaluankupun semakin mengeras dan menekan jeanku sampai terasa sakit, aku hampir tidak tahan lagi. Lennie pasti juga merasakan hal yang sama, karena dia meletakkan tangan satunya kebawah, ke dalam antara pahanya, pinggilnya juga bergerak-gerak.

Lennie memandang ke arahku dan berbisik, “Apakah melihat film seperti ini mempengaruhi kamu? Apa kamu terangsang?”
“Oh, ya pasti.. Bagaimana kamu?”

Ke bagian 2

This entry was posted in Cerita Sex Sedarah, Indo Nude and tagged , , , . Bookmark the permalink.