Cerita Ngentot : Gede Sak Jaran

Choi Kang Hee (2).cerita sex mengajari_WM

Chorong (3).Istri Pejabat 02_WM

Chorong (9).Istri Tetanggaku 02_WM

Chorong (15).Aku dan Adik Laki-lakiku 01_WM

Chorong (20).koleksi terbaru malam pertama_WM

CerSexMek Cerita Sex Memek, Cerita Dewasa, Cerita Ngentot, Cerita Mesum Terbaru,
( Cerita Sex Memek = CSM ) – Cerita Sex Memek : Cerita Ngentot : Gede Sak Jaran


( CSM = Cerita Sex Memek )

Uring-uringan istriku semakin memuncak karena aku tak dapat menjemput istriku mengajar, karena jadual perkuliahan istriku mengajar mundur sehingga istriku pulang sekitar pukul setengah sepuluh malam bahkan sampai pukul sepuluh dimana perumahan yang kutempati sudah sangat sepi.

Ketika hati kedua aku akan menjemput, aku lewat pintu dapur di samping rumah yang cukup rimbun. Baru pintu kubuka sedikit, kulihat istriku yang mengenakan blouse merah dan rok klok hitam turun dari boncengan sepeda penjaga malam yang kukenal bernama Pak Deran , lelaki tua berumur 65 tahunan, tapi masih tegap itu. “Terima kasih, Pak Deran….!!! ” kata istriku pelan “Aah, nggak papa, saya senang, kok tolongin, ibu….!!!!! ,” kata Pak Deran sambil cengar cengir dan tak kunyana tangan kiri Pak Deran memegang tangan istriku dan mengarahkan ke selangkangan nya yang menyembul, sedang tangan kanan Pak Deran langsung meremas remas payudara kanan istriku.

Akupun teringat omongan Pak Deran saat awal-awal aku berkenalan. dimana Pak Deran pernah bercerita sering wanita yang sudah bersuami di desanya dibuatnya kelenger oleh batang kemaluan, dan nama Deran adalah nama olok-oloknya kepanjangan dari Gedi sak Jaran, sebesar punya kuda, dan Pak Deran tak punya tempat tinggal tetap sehingga tidurnya berpindah-pindah di rumah teman-teman se desa nya yang ada di kotaku dan ia juga pernah bercerita padaku, istri temannya sering dia setubuhi saat suaminya tidur pulas.

Esok malamnya aku bersembunyi beberapa meter sebelum jalan masuk perumahanku dan beberapa saat kemudian dari kejauhan kulihat Pak Deran tengah membonceng istriku dengan sepeda bututnya dan aku mengambil posisi yang terlindung tapi dapat melihat dari dekat. Hatikupun berdegup kencang saat kulihat istriku bergayut menempelkan payudara kanannya ke pinggang Pak Deran dan kakiku hampir tak dapat berdiri saat kulihat kedua tangan istriku sedang mengocok dan mengelus-elus batang kemaluan Pak Deran yang sebesar batang kemaluan kuda itu sehingga aku sempat melihat jari-jari tangan istriku tak dapat menggenggam batang kemaluan Pak Deran.

Beberapa saat Pak Deran dan istriku berlalu, aku sedikit berlari agar aku sampai di rumah sebelum istriku dan Pak Deran sampai dengan mengambil jalan pintas, tetapi karena kurang hati-hati aku terperosok dan kurasakan kakiku terkilir, sehingga aku tak dapat berjalan cepat. Akupun berusaha berjalan dengan menyeret kakiku, dan akhirnya dengan susah payah aku sampai di rumah. Aku lewat pintu dapur dan kulihat sepeda Pak Deran ada di balik rerimbunan pintu samping.

Dengan perlahan aku masuk dan menuju ruang tamu dengan hati-hati dan kudengar suara “croop croop” dari ruang tamu, akupun membuka sedikit selambu yang menutup ruang tamu dan ruang tengah, matakupun seakan terlepas dari tempatnya saat kulihat istriku sedang berjongkok di depan Pak Deran dan tengah mengulum batang kemaluan Pak Deran yang besar panjang dan berurat-urat sebesar cacing tanah sehingga mulut istriku kesulitan mengukum batang kemaluannya yang amat besar itu, sedangkan tangan kanan Pak Deran menyusup di blouse kuning istriku sedang meremas-remas payudara kiri istriku dan tangan kanan Pak Deran membelaibelai rambut pendek istriku.

Punggung kaki kanan Pak Deran tengah menggosok-ngosok selangkangan istriku yang duduk jongkok terkangkang dan di atas meja tamu kulihat BH tipis cream dan celana dalam merah istriku tergeletak di dekat tas kerja istriku.

“Oooooohhhhh. …eeuuunaak Bu Yatii ?!!!!!” kudengar Pak Deran mendesis, akupun benar-benar tak kuat menopang tubuhku dengan satu kaki melihat istriku tengah “membayar” kebaikan Pak Deran untuk menjemputnya dari jalan raya, sehingga akupun jatuh tersungkur dan membuat istriku dan Pak Deran kaget.

“Bu Yati, mungkin suami ibu ..????” kudengar bisikan Pak Deran. Merekapun berlari mendapatiku tersungkur. “Kenapa, mas? tanya istriku. Aku tak menjawab dan merekapun tahu kakiku terkilir karena celanaku berlepotan tanah.

Akhirnya akupun dipijat oleh Pak Deran dan memang agak berkurang sakitnya. Akupun disuruh Pak Deran beristirahat dan Pak Deran akan kembali esok pagi. Pak Deran pun berpamitan dan Kudengar istriku mendesis pelan sebelum pintu depan ditutup.

Setelah pak Deran pergi, istriku menanyakanku darimana dan kujawab aku akan menjemput nya tadi, tapi ditengah jalan terjatuh.

Keesokkan paginya Pak Deran datang dan memijitku lagi dan terakhir aku tak mengerti kenapa Pak Deran menusuk-nusuk batang kemaluanku dengan sarung kerisnya dan Pak Deran memberiku ramuan untuk diminumkan kepadaku oleh istriku.

Pagi itu istriku memakai daster dari kaos yang agak ketat, daster ini kesukaanku karena mempunyai resleting di depan sampai ke perut dan aku tahu pagi itu istriku tak mengenakan BH karena kedua puting susu istriku yang besar menonjol dari daster kaos ketatnya dan istriku merias diri seperti akan berangkat kerja.

Istriku dan Pak Deran keluar dari kamar, sambil menarik pintu kamar, akan tetapi tidak tertutup rapat dan masih sedikit terbuka, setelah aku berpura-pura tidur sehingga aku masih dapat mendengar pembicaraan mereka. “Sudah, Jeng Yati…..!!! ” terdengar kata Pak Deran menyebut istriku “Jeng”. “Aku masih takut, Pak ……!!!!” bisik istriku “Ayo dicoba saja, Jeng Yati…..!!! ,” bisik lagi Pak Deran.

Kemudian Istriku masuk kamar kembali dan aku sedikit kaget saat istriku mengelus elus batang kemaluanku dan aku pura-pura terbangun, sementara batang kemaluanku langsung bangun, kemudian istriku melepas celana dalam nya. “Eeeeehhh… Diikkk, apa… Pak Deran sudah pulang….? tanyaku “Sudah…!!! ” istriku menjawab singkat dan kini mengocok batang kemaluan ku, sambil naik keatas tempat tidur dan mengkangkangkan kedua kaki di atas tubuhku, sementara selangkangannya mendekati batang kemaluanku dan….. “Crot crot crot” tak tahan aku, air maniku lansung keluar saat menempel bulu-bulu kemaluan istriku. “Aaaaahhhhhh. ….maaasssss. …..!!!! !,” bisik istriku yang terus mengocok batang kemaluan ku dan tak lama kemudian bisa berdiri lagi dan untuk kedua kalinya airmaniku tersenbur kembali saat masih menempel di bulu-bulu kemaluan istriku . “Mas kok, begini terus. Sudah berapa bulan, mas. Aku sudah pingin sekali, mas. Aku pingin penyaluran.. !!” kata istriku sambil melap air maniku di bulu-bulu kemaluan nya. Kemudian Istriku keluar kamar dan kudengar bisikan Pak Deran “nanti malam…,yaaa. . , Jeng Yati…!!!”

Siangnya aku menahan sakit di batang kemaluan dan utamanya di lubang kencingku sebelum istriku berangkat mengajar, aku tak mengatakan pada istriku dan akupun terkulai dan tertidur hingga kudengar pintu depan terbuka saat istriku pulang. “Pak Deran saya masih takut, aahhhh…..! !” terdengar bisikan istriku “Ayo, cepat, Jeng Yati,….” suara mendesak Pak Deran berbisik.

Aku menutup wajahku berpura pura tidur saat istriku masuk kamar dan kulihat istriku merias diri dan melepas semua yang menempel tubuh sintal istriku tak terkecuali celana dalam dan BHnya pun tak lagi di tempatnya dan mengambil kaim panjang dan melilitkan ketubuh sintalnya sehingga lekuk tubuh istriku dimana kedua payudara dan kedua puting nya menonjol di bagian dada dan pantat bahenol nya. “Mas mas ..!!!” istriku membangunkanku. “Eeeh ? ada apa, dik….?” tanyaku “Eee ? aku eeee ?. Pak Deran mau mijit aku mas?!!!” kata istriku terbata-bata. “Lho, kamu sakit atau terjatuh…. ?? tanyaku. “Eehh enggak mas, ee katanya dia bisa mengurangi nafsuku ..!!!!” kata istriku mengagetkanku. Tapi lidahku kelu, tak dapat berbicara. “Maass kan tak bisa memuaskanku, sedangkan aku pingin sekali, Pak Deran bisa mengurangi nafsuku, mas, bolehkan…. ????” aku hanya diam dan diam, istriku pun menganggapku setuju.

“Paaakk…Pak Deran, ayoo…masuk siniii…, pak..!!!” istriku memanggil Pak Deran. Pak Deran yang mengenakan sarung membawa tas plastik itupun masuk kamarku. Kemudian istriku tidur tengkurap diatas tempat tidur disampingku dengan posisinya berlawanan denganku sehingga kaki istriku di dekat kepalaku dan Pak Deran duduk dipinggir ranjang, serta mulai memijat betis istriku, telapak kaki dan kemudian kedua tangan istriku. Kelihatan pijatan Pak Deran wajar-wajar saja, sampai akhirnya Pak Deran memijat tengkuk istriku dan kulihat mulutnya komat kamit seperti membaca sesuatu, kemudian Pak Deran meniup tengkuk istriku dan…..terdengar istriku mendesis “Eccch ?eeeeccchhhhh. …!!” 2 kali dan ke 3 kalinya istriku semakin mendesis. “Dibalik badannya, Jeng….!!!! !!” perintah Pak Deran pada istriku dan Pak Deran memijat kedua tangan istriku dan kemudian kaki istriku.

Pak Deran akhirnya memijit punggung dan telapak kaki istriku dan istriku semakin mendesis-desis dan tubuhnya mulai meregang. “Ini mulai, Jeng Yati,…!!!” kata Pak Deran semakin intensif memijit telapak kaki istriku dan istriku makin lama makin meregangkan kedua kakinya dan kedua lututnya semakin tertekuk. Begitu Pak Deran memijat kedua pergelangan kaki istriku, istriku langsung mengkangkangkan kedua kakinya sehingga terlihat olehku selangkangan istriku yang ditumbuhi bulu-bulu lebat…. “Wuuh Jeng Yati sangat tinggi ini..!!!” kata Pak Deran dan tangan kanannya meraih tas plastiknya dan kuingat Mbah Muklis, dan Pak Deran membuka bungkusan yang berisi sarung keris sebesar batang kemaluan orang dewasa tapi tanpa keris dan diletakkan diantara kedua kaki istriku yang terkangkang tanpa sepengetahuan istriku.

Pak Deran berdiri dan mendudukkan istriku dan Pak Deran kemudian duduk bersila di belakang istriku, Pak Deran memijat tengku istriku kembali dan meniup niup tengkuk istriku dan kulihat kedua tangan istriku lunglai dan istriku mendesis desis sedangkan sarung keris itu merayap mendekato selangkangan istriku dimana istriku semakin mengkangkangkan kedua kakinya. Istriku semakin lunglai dan tubuh istriku rebah ke dada Pak Deran yang sudah mengkangkangkan kedua kaki di samping tubuh istriku “Paak apa ituuuu…paaakkkk? !!!!” istriku mendesis saat sarung keris sebesar batang kemaluan dewasa menempel di selangkangannya dan pantat bahenolnya pun bergetar. “Paaak apaaa oooooooccccchhhhh ….paaakkkk ?!!!!!!!” istriku merintih panjang. “Biar nafsumu keluar, Jeng…..!!! !” kata Pak Deran dan kulihat sarung keris sebesar batang kemaluan dewasa bergetar dan kudengar bunyi “kecepak di selangkangan istriku, sambil pantat bahenol bergetar.

Aku hanya bisa melotot melihat sarung keris sebesar batang kemaluan dewasa mulai menguak bibir vagina istriku dan membuat istriku mengkangkangkan kedua kaki nya lebih lebar-lebar lagi. “Paaaaak Deraaan ooooohhhhh.. ..kookkkk masuuuk?..paaakkkk. …!!!!!” istriku merintih dan kulihat sarung keris sebesar batang kemaluan dewasa itu mulai menembus masuk liang vagina istriku. “Apanya yang masuk, Jeng …..???? tanya Pak Deran berpura pura. “Nggak tahu paaak..iiiii. ..oooooggggghhhh hhh…… paaakkkk. ….!!!!” istriku mendesis “Lho, masuk kemana…..? ” tanya lagi Pak Deran “EEEcccgggghhhhh. .. ke…keeee.. . amuuukuuuu?paaaakkkk ?!!!!” istriku merintih dan mulai menceracau menandakan nafsu nya sudah mulai naik. “Anu, apa Jeng Yati….? “OOcch anuu….kuuu. … paaaak,….! !!!” istriku merintih-rintih dan kedua tangan Pak Deran mulai turun ke kedua lengan istriku dan….. “Paaaak….jaaaa. …jaaangaannnn. ..paaaakkkkk. …aaaa.. ..aaaaaddaaa. .. ….ssuuuu.. suu….. uuuamikuuuu. .paaaakkkkkkk. ….!!!!! ” istriku mendesis panjang terputus-putus saat kedua tangan keriput Pak Deran mulai meremas-remas kedua payudaranya, “Anu apa, Jeng Yati…..? bisik Pak Deran di telinga kanan istriku dimana kepalanya terkulai dibahu kiri Pak Deran. Sementara itu, ujung tumpul sarung keris sebesar batang kemaluan dewasa itu berputar menggetarkan pantat bahenol istriku dan “Toroookkuuuuuu paaaaak adaa yang….maaaaa. .. maaaasuuk toroookkuuuu? !!” istriku meracau dan “Hhhhuuuuuaaaaggggg hhhhhh… .aaaaaaaddduuuuu uhhhhh… …beee.. beeesaaa arrrrr…… aaaammmmmaaaatttttt ….paaaakkkkkk ?..!!!!” rintih istriku dan sarung keris sebesar batang kemaluan dewasa menembus makin dalam liang vagina nya. “Ayo….jeeengg. sambil… dilihat.. ..!!!!,” kata Pak Deran enteng sambil menyungkapkan kain panjang istriku hingga selangkangan istriku terlihat dan Pak Deran menundukkan kepala istriku yang lunglai ke selangkangan nya, yang mulai dijejali sarung keris sebesar batang kemaluan dewasa itu. “Iiiiihhhhhhh. …aaaaappaaa iiiiniii…. paaaaaakkkkkk ?!!!!!” rintih istriku, kemudian… “Beeeuuuuzzzaaarrrr ..aaaaammaaaaatt tt….paaaakkkkk? .ooooo hhhh…paaakkkk. …!!!!!” istriku merintih saat dia melihat sarung keris sebesar batang kemaluan dewasa itu menembus masuk ke liang vaginanya dan kulihat bibir vagina istriku menggelembung seolah-olah ditiup, karena desakan sarung keris besar itu di dalam liang vagina nya sehingga dia semakin mengkangkangkan kedua kaki nya lebar-lebar.

Istriku mengerang-erang keras seirama dengan meluncur keluar masuknya sarung keris tersebut menembus liang vaginanya… “Nngngngaaaaaaaccch hhh ??beeezzaaaaaarrr hghghghghghhh ??!!!!!” sambil kepala nya lunglai bersandar di bahu kiri Pak Deran dan kedua tangan keriput Pak Deran menyusup ke kain panjang bagian atas istriku dan dengan gemasnya Pak Deran meremas-remas payudara istriku yang menggelinjang- gelinjang, sementara mulut istriku merintih-rintih, mengerang dan menggeram, dan bahkan badannya kemudian mengejan-ngejan dengan keras karena sarung keris besar tersebut mulai menghujam makin dalam keluar masuk di liang vagina nya.

Sementara itu, Pak Deran berhasil melepas ikatan kain panjang istriku dan terkuaklah kedua payudara montok istriku, lalu kedua tangan keriput Pak Deran mulai meremas remas lagi dengan ganas kedua payudara istriku dan jari-jari tangan Pak Deran memelintir sambil menarik-narik kedua puting susu istriku secara bergantian seolah Pak Deran sedang merempon sapi betina yang sudah waktunya mengeluarkan air susunya. “Paaaaaak ??oooooooohhhhh. …..paaaakkkk. ..!!!” rintih istriku saat mulut Pak Deran mencaplok payudara kanannya dan tak lama setelah itu bunyi “sreep sreep” terdengar menandakan air susu istriku telah keluar akibat jilatan lidah Pak Deran di puting susu kanan istriku. Pak Deran membentangkan tangan kanan istriku yang lunglai agar Pak Deran mudah mengempot payudara istriku dan kulihat istriku benar- benar menikmati perlakuan Pak Deran, penjaga malam itu, sementara pantat bahenolnya bergoyang, berputar maju mundur akibat sarung keris yang keluar masuk di liang vagina nya dan tubuhnya terus bergetar hebat, nafas istriku mendengus-dengus oleh perbuatan Pak Deran di payudara nya dan sarung keris sebesar batang kemaluan dewasa yang menghujam keluar masuk semakin cepat di liang vagina istriku membuat ia mandi keringat dan….. “Paaaak…paaaaakkk k Deraaaaaan.. .aaaaa… .aaaaaakuuu. …..oooccccchhh hh…paaaaaak ….aaa aa….aaaakuuu nggaaaaaak taahaaaan ? aaaa…aaakuuuu. ..keee… .keeeluaaaar ?paaaaakkkkk. …..!!!! ” istriku mengerang keras dan pantat bahenol istriku tersentak sentak dengan kuat ketika dia mengalami orgasme yang dasyaattt malam itu.

Rupanya sarung keris sebesar batang kemaluan dewasa di liang vagina nya tak berhenti juga keluar masuk di liang vagina nya dan bahkan semakin cepat membuat nafas istriku semakin mendengus-dengus seperti kuda betina yang digenjot tuannya untuk berlari kencang, dimana pantat bahenol nya tersentak-sentak dan terangkat angkat tak karuan dan Pak Deran yang sudah menghabiskan air susu payudara kanan istriku, langsung mencaplok dan mengempot dan menyedot nyedot payudara kiri istriku sementara jari-jari tangan kanan Pak Deran tak henti-hentinya mremelintir sambil menarik-narik puting susu kanan istriku dan istrikupun mengangkat pinggulnya ke atas dannnn “Paaaaak…ooohhhhh ……… .aaaa…aaakuuuu u keluar lagiiiiiiiiii ??.paaakkkkk.. .. !!!!!” istriku mengerang mencapai orgasme keduanya. Pak Deran rupanya sudah tak sabar lagi dan dia menidurkan istriku yang sudah mengkangkangkan kedua kaki dan mulutnya komat kamit. Selanjutnya, sarung keris sebesar batang kemaluan dewasa itu pun muncul dan keluar dari liang vagina istriku dan seolah mengerti perintah, sarung keris itu masuk ke tempatnya semula dan Pak Deran menutupkan sarungnya di kedua kaki istriku yang sudah kegatalan ingin disetubuhi Pak Deran, penjaga malam perumahanku dan “Hgggggggggghhhhhh ??..aaaaaaagggghhhhhh hh……! !!!!!” kudengar suara istriku menggeram saat kulihat pantat Pak Deran mulai turun naik diantara kedua kaki istriku yang terkangkang lebar seolah punggung istriku digebuk keras. “ppppfffaaaak ?. amppffuuuuunnnn ?.beeezzzzzaaaaaarrr seeekaliiiiiii kontooolmuuu paaaaak ? hhhgggggggggghhhhhh h ?..rooobeeeeek naaatniiii liaaaangkuuuu paaaaaak hhhgggggggggghhhhhh ?.!!!!!” Kulihat kedua jari-jari tangan istriku yang lunglai itu mencengkeram lengan Pak Deran yang menopang tubuhnya saat menggenjot batang kemaluan nya ke liang vagina istriku dan entah karena kebesaran kedua kaki istriku terkangkang lebar, sehingga sarung Pak Deran pun tersingkap dan betapa kagetnya aku saat kulihat batang kemaluan Pak Deran sebesar kuda itu sudah separuh menjejali liang vagina istriku, dimana bibir vagina istriku seolah-olah ditiup menggelembung besar karena desakan batang kemaluan sebesar kuda Pak Deran itu.

Pak Deran berhenti menghujamkan batang kemaluan sebesar kuda nya saat istriku melenguh keras dan pingsan. Aku mengira Pak Deran akan melepas batang kemaluannya yang sebesar kuda dari liang vagina istriku yang pingsan, tapi mulut Pak Deran komat kamit dan begitu wajah istriku ditiup oleh Pak Deran, istriku pun tersadar kembali dan Pak Deran menjejalkan kembali batang kemaluan sebesar kuda nya ke liang vagina istriku sehingga kudengar gemeletuk gigi istriku merasakan liang vagina seolah robek. Pak Deran kini mempermainkan kelentit istriku dan istriku mulai mengerang kembali mendapatkan kenikmatan hasrat seksualnya, sehingga bunyi “cek cek” lendir vagina istriku terdengar kembali menandakan nafsu istriku mulai naik dan suara lendir vagina istriku semakin keras dan seperti tak percaya kulihat batang kemaluan sebesar kuda Pak Deran mulai masuk ke dalam liang vagina istriku perlahan namun pasti. “kontolmu besaaar ? kontolmu besaaar paaak eeeccch aku nggak pernaaaah merasakan uuummpppfff paaaakk akuuuu oooocccch paaaaaaakk engngngngngngngng ??.”istriku mengejan keras saat mencapai orgasme ketiganya malam itu dan hal itu memudahkan batang kemaluan sebesar kuda Pak Deran semakin masuk ke liang vagina istriku yang berlendir karena orgasmenya sehingga tak kusangka batang kemaluan sebesar kuda Pak Deran amblas keseluruhan ke liang vagina istriku dan Pak Deran menindih tubuh istriku

Kulihat kedua tangan Pak Deran meremas remas kedua payudara istriku kembali, mulutnya mengulum bibir merah istriku dan istriku meladeni kuluman Pak Deran dan kulihat lidah Pak Deran menyusup ke rongga mulut istriku dan menjilati dalam rongga istriku yang kian terangsang kembali dimana jari-jari tangan istriku meremas remas punggung Pak Deran dan Pak Deran mulai menggoyangkan pantatnya dan istriku mencengkeram punggung Pak Deran disertai nafas istriku mendengus- dengus dan tak lama kemudian pantat bahenol tersentak sentak mencapai orgasmenya ke empat. Malam itu, Pak Deran menyetubuhi istriku tanpa henti dan aku hanya dapat menghitung pantat bahenol istriku tersentak sentak lebih dari enam kali dan akhirnya Pak Deran menggenjot pantatnya naik turun semakin lama semakin cepat dan menghujam kan batang kemaluan sebesar kuda diserati erangan panjang dan bunyi “preet preeet”berulang ulang dari liang vagina istriku saat Pak Deran menumpahkan airmaninya di rahim istriku.

Keesokkan paginya Pak Deran baru pulang meninggalkan istriku yang hampir pingsan dan seharian istriku tak dapat turun dari tempat tidur karena liang vagina dan bibir vagina istriku membengkak.

Hari-hari berikutnya, istriku menolak dengan halus saat Pak Deran mengajak istriku bersetubuh dan sebagai gantinya sering kulihat istriku mengulum batang kemaluan sebesar kuda Pak Deran dan istriku selalu berusaha menelan air mani Pak Deran saat Pak Deran ejakulasi di mulut istriku .

Rupanya istriku hampir tiap hari mengulum batang kemaluan sebesar kuda Pak Deran dan bahkan sering kulihat dua kali sehari dan hal ini merontokkan kesehatan Pak Deran yang akhirnya jatuh sakit dan pulang ke desanya.

Posted in Indo Naked, snsdlover | Tagged | Comments Off on Cerita Ngentot : Gede Sak Jaran

Memek Mahasiswi, Cantik Bugil, Masih Merah

Charlize Theron (29).Aku, Istri dan Temanku 03_WM

Charlize Theron (36).Resep Membuat Sambal Kacang Untuk Siomay_WM

Charlotte Church (3).Aku Ingin Pulang_WM

Charlotte Church (10).Lagu Kehidupan 01_WM

Charlotte Church (18).5 Cara Menjaga Kesehatan Gigi Dan Mulut Paling Mudah_WM

Posted in Cewek Bugil, snsdlover | Tagged , , , , , , | Comments Off on Memek Mahasiswi, Cantik Bugil, Masih Merah

Aske dan Karyawati Baru – 3

Charlotte Church (27).Gara-gara Gadis Pemijat 02_WM

Charlotte Church (36).bintang film india telanjang_WM

Charmed (6).Cara Mudah Mengecilkan Paha Dan Betis_WM

Chelsea Olivia - update - terbaru (4).Sridevi Kapoor nude fakes_WM

Cheon I Seul (2)_WM

Kumpulan Cerita Sex Paling Hots dan Complete

Dari bagian 2

Saat itu Susan sedang di kerjai oleh Alex, mungkin Alex masih penasaran karena tadi gagal membobol kegadisan Susan pikirku, nafas Susan telihat tersengal-sengal, matanya membeLiak, sementara mulutnya tidak berhenti menjerit-jerit.

“Jangann.. Jangan.. Liaa.. Tolong Susan Li.. Sakiitt..!!” jerit Susan sambil tubuhnya meronta berusaha melepaskan diri dari himpitan Alex yang saat itu sedang berusaha memasukkan kemaluannya ke dalam vagina Susan, setengah sudah penis Alex melesak masuk ke dalam liang vagina Susan.

“Gila luh, punya lu emang benar benar sempit..” ujar Alex sambil terus mendorongkan batang penisnya, membuat Susan makin mengerang kesakitan, Susan berusaha menarik tubuhnya sendiri ke atas supaya batang penis Alex bisa terlepas dari kemaluannya, tapi rupanya Alex sudah sangat bernafsu, ditariknya pinggang Susan ke arah tubuhnya, lalu Alex menghentakkan pantatnya ke arah depan. Dengan sekali hujam amblaslah kemaluannya ke dalam lubang kemaluan Susan.

“Tidak..!! Lepasskan sayaa.. Tolongg..!!” jerit Susan melolong kesakitan tubuhnya melenting ke atas dan tangannya mencengkeram bibir meja dengan keras. Tubuhnya mulai terguncang guncang dengan keras saat Alex mulai memompakan batang penisnya ke dalam kemaluan Susan sambil tangannya meremas-remas payudara Susan dengan kasar, gadis itu memalingkan mukanya ke arahku, sepertinya dia tidak sudi menatap wajah orang yang sedang memperkosanya itu. Susan menatapku air matanya menetes dari matanya yang sayu, rambutnya yang panjang tergerai tidak karuan, sebagian menutupi wajahnya.

“Sshh.. Liaa.. Sakiitt” gumam Susan lirih sambil menatap ke arahku dengan pandangan yang nanar dan putus asa, sepertinya Susan masih tidak percaya kalau saat ini kegadisannya telah terenggut, sesekali matanya terpejam menahan sakit, saat Alex terus menghujamkan batang penisnya dan memompanya dengan kasar.

Sementara di sebelah kiriku, Paul masih sibuk menggerayangi tubuh mulus Aske, melumat bibirnya, mengulum dan sesekali menggigit puting buah dadanya, lalu Paul berdiri dan memposisikan tubuhnya di antara selangkangan Aske, mengeluarkan kemaluannya dan mulai mengesek-gesekannya ke bibir kemaluan gadis itu.

“Dari dulu gua sudah ingin nidurin luh, makanya jangan sombong, gua jebol vagina lu sekarang..!!” gumam Paul sambil memandangi wajah Aske yang cantik.

Lalu Paul meludahi telapak tangannya sendiri dan mengurapinya ke kepala penisnya, kemudian dia mulai mengarahkan batang kemaluannya yang sudah licin itu ke dalam vagina Aske dan mendorongnya dengan perlahan, batang penis Paul masuk sedikit demi sedikit sampai akhirnya amblas seluruhnya ke dalam liang kewanitaan Aske, raut muka Paul tampak menunjukkan kenikmatan yang luar biasa, saat seluruh batang penisnya terbenam di liang kemaluan gadis itu, matanya sampai terpejam sementara tangannya menarik syal yang melilit di leher jenjang Aske.

“Oughh.. Ssakitt..” gumam Aske mulai tersadar dari pingsannya. Aske kaget bukan kepalang saat sadar ada yang menindih tubuhnya, gadis itu berusaha sekuat tenaga mendorong tubuh Paul yang menindih tubuhnya, tapi terlambat, batang penis Paul sudah menyeruak masuk dan terbenam seluruhnya ke dalam liang kemaluannya yang memang sudah tidak perawan lagi.

“Aahh.. Perihh.. Kak.. Liaa..!!” keluh Aske sambil memalingkan wajahnya ke arahku saat Paul mulai memompa tubuhnya, tubuh Aske berguncang beberapa kali sebelum akhirnya Paul menghentikan pompaannya.
“Payah lu Ke.. Cantik cantik tapi sudah jebol..” sungut Paul kecewa sambil melepaskan batang penisnya dari dalam liang kemaluan gadis itu.
“Ouhh..” Aske mendesah pelan sambil memejamkan matanya saat penis Paul terlepas dari vaginanya.
“Lex, gantian dong.. Gua juga ingin ngerasain cewek item manis yang seksi itu” ujar Paul sambil menghampiri Alex.
“oke..” sahut Alex setuju, lalu melepaskan batang kemaluannya dari vagina Susan, sekarang gantian Paul yang memompa tubuh Susan.

Dia menaikan kedua kaki gadis itu ke atas pundaknya dan mulai memaju mundurkan pantatnya, membuat Susan makin menjerit jerit kesakitan karena Paul memompanya dengan sangat kasar. Tiba tiba aku merasakan tubuhku terdorong ke depan dan selangkanganku terasa sakit, rupanya saat ini Alex sedang berusaha memasukkan batang penisnya ke dalam liang vaginaku.

“Ouhh.. Jangaann.. Sakitt..!!” aku melenguh pelan saat Alex menghujamkan batang kemaluannya dan mulai memompa vaginaku.

Beberapa saat kemudian Alex melepaskan penisnya dari kemaluanku dan berjalan menghampiri tubuh Aske yang saat itu kembali menjerit jerit ketakutan, tapi rupanya Alex sudah tidak peduli, dia langsung menyergap tubuh Aske dan memasukkan batang penisnya dengan paksa ke dalam liang vagina gadis itu, kemudian mulai memompanya sambil tangannya memegangi pinggang Aske

“Oughh.. Perihh.. Sshh.. Sakiitt.. Kak.. Liaa.. Aske diperkosa lagi.. Kak.. Sshh” ucap Aske lirih menatapku sambil menangis.
“Ahh..” aku terpekik pelan saat tangan Alex hinggap di selangkanganku dan mulai memasukan jarinya ke dalam liang vaginaku, aku berusaha menggeser tubuhku, menjauhkan kemaluanku dari tangannya, tapi sia sia karena saat ini kedua tangan dan kakiku terikat dengan erat, aku hanya bisa menangis dan tertunduk tak berdaya saat Alex menyetubuhi Aske sambil mengocok liang vaginaku dengan jarinya.

Hari itu kami di perkosa secara bergiliran oleh mereka, bergantian mereka menggarap tubuhku, tubuh Aske, Susan dan sesekali mereka juga menyetubuhi tubuh Alfa yang saat itu sudah kembali pingsan karena tidak kuat menahan sakit yang mendera kemaluannya.

Aku sudah sangat lemah saat kudengar Alex menggeram di sebelahku, tubuhnya bergetar hebat, dia menghentakan pantatnya ke arah depan, menghujamkan seluruh batang penisnya di dalam liang kewanitaan Aske, sementara kedua tangannya mencengkeram rambut Aske.

“Jangan.. Lepaskan.. Jangan.. didalam..!!” jerit Aske lemah dan putus asa, kepalanya tertunduk dan tangannya memukul-mukul permukaan meja saat Alex memuntahkan seluruh cairan spermanya ke dalam liang rahim Aske.

Bersamaan dengan itu kudengar Susan menjerit histeris, rupanya Paul juga sudah berejakulasi di dalam liang vaginanya, cairan putih kental bercampur dengan darah perawan Susan tampak berlelehan di sekitar bibir kemaluannya saat Paul mencabut batang penisnya dari liang vagina gadis itu.

Susan masih menangis sesenggukan saat tiba tiba dari arah luar terdengar bunyi gaduh, Alex yang saat itu masih membetulkan letak celananya berpandangan dengan Paul. Seketika mereka berlari memburu ke arah datangnya suara gaduh tersebut, sesaat kemudian terdengar jeritan seorang perempuan disertai dengan bentakkan Paul beberapa kali sebelum mereka kembali masuk ke ruangan sambil menyeret tubuh seorang gadis yang saat itu meronta ronta berusaha melepaskan diri.

“Lepaskan.. Lepaskan..” jerit gadis itu.

Paul dengan reflek membekap mulut gadis itu sambil memeluknya dari belakang, sementara Alex sibuk membongkar dan menumpahkan semua isi tas gadis itu lalu memeriksa barang barangnya satu persatu.

“Namanya Melanie Ul.. Umurnya baru 24 tahun” ujar Alex menunjukan selembar KTP kepada Paul.
“Ngapain lu disini..?” bentak Paul sambil tangannya melepaskan bekapannya dari mulut Melanie.
“Uff.. Tolong.. Lepaskan saya.. Ssaya hanya lewat..” jawab Melanie ketakutan.
“Bohong Ul.. Dia pasti sudah Liat perbuatan kita tadi..” potong Alex.
“Terus gimana dong Lex..?” tanya Paul.
“Ya sudah kita perkosa aja sekalian..!! Lagi pula sayang kalau cewek secantik ini kita lepasin..” seru Alex.

Melanie langsung menjerit ketakutan mendengar perkataan Alex, tubuhnya kembali meronta ronta berusaha melepaskan diri dari dekapan Paul.

“Percuma teriak-teriak, nggak akan ada yang denger suara lu di sini..” seru Paul sambil tetap memeluk tubuh Melanie dari belakang, sementara satu tangannya mulai meremas remas buah dada gadis itu.
“Jangann.. Lepaskan.. Saya.. Saya.. Mohoon.. Saya masih perawan.. Jangan.. Perkosa sayaa.. Tolongg..!!” jerit Melanie makin ketakutan. Sambil kedua tangannya berusaha melepaskan dekapan tangan Paul dari tubuhnya.
“Tapi cepetan Ul, entar kita ketinggalan pesawat” ujar Alex kepada Paul yang saat sedang menciumi leher dan pundak gadis itu.

Rupanya mereka berdua sudah berencana untuk memperkosa kami dan sekarang mungkin mereka hendak kabur ke luar kota atau bahkan ke luar negeri.. Bajingan mereka.. Pikirku dengan perasaan geram.

“Ya sudah.. Langsung lu jebol aja Lex..” jawab Paul.

Lalu tangannya bergerak cepat merobek kaos yang dikenakan oleh Melanie, kemudian merenggut branya hingga terlepas sambil tangan yang satunya tetap memeluk tubuh Melanie dari belakang, sementara Alex dengan beringas berusaha melucuti celana jeans yang dikenakan oleh Melanie, memelorotkannya dan menariknya hingga terlepas dari kedua kakinya, sehingga saat ini Melanie hanya tinggal mengenakan celana dalamnya saja.

Tubuh mulusnya sudah terbuka saat Alex mengangkat kedua belah kaki gadis itu sebatas pinggangnya dan memposisikan tubuhnya diantara selangkangan Melanie, sekarang posisi tubuh Melanie tampak menggantung di antara tubuh Paul dan Alex, Melanie menjerit jerit dan mulai menangis saat Alex menyingkapkan celana dalamnya ke arah samping dan mulai menghujamkan batang penisnya ke liang vagina Melanie yang kering kerontang itu.

“Jangan.. Jangan.. Perkosa saya..!!” pinta Melanie memelas sambil meronta berusaha melepaskan tubuhnya dari dekapan Paul, kepalanya menggeleng ke kiri dan ke kanan sehingga rambut panjangnya yang menjuntai ke bawah itu ikut tersibak.
“Cepetan lex.. Abis itu gantian gua..” ujar Paul sambil tetap menopang tubuh Melanie.
“Iya.. Tapi sempit banget nih cewek..” jawab Alex sambil terus mendorongkan penisnya ke dalam liang kewanitaan Melanie, membuat gadis itu makin menjerit dan meronta kesakitan, kakinya melejang lejang berusah lepas dari cengkeraman tangan Alex, sementara kedua tangannya menggapai dan meraih leher Paul berusaha mencari posisi untuk mendorongkan tubuhnya, tapi semuanya itu sia sia karena tenaga Alex dan Paul lebih kuat dari tenaganya.

“Arghh.. Saakitt.. Lepaskann.. Sakitt..!!” jerit Melanie parau, lalu menggigit bibirnya sendiri, matanya membeliak menahan sakit yang mendera selangkangannya, seluruh urat-uratnya menegang, kepalanya terdongak dan tubuhnya melenting ke atas sambil kedua tangannya makin erat merangkul leher Paul, saat Alex berhasil menghujamkan seluruh batang penisnya dan membenamkannya dalam-dalam ke liang vaginanya.

“Periihh..” rintih Melanie pelan sambil menangis meratapi kegadisannya yang telah direnggut paksa oleh Alex.

Tubuh Melanie terguncang-guncang dengan keras, membuat buah dadanya yang indah dan besar itu juga ikut menggeletar saat Alex memompanya dengan kasar. Batang penisnya tampak bergerak maju mundur bergesekan dengan celana dalam Melanie yang tersingkap ke samping, tiba tiba tubuh Alex menegang, dia melepaskan kedua tangannya dari kaki Melanie dan langsung merengkuh pinggang gadis itu, kemudian menariknya ke atas dan mendesakkan tubuhnya sendiri ke arah selangkangan Melanie supaya batang penisnya dapat melesak dan terbenam lebih dalam di liang vagina gadis itu, Alex mendengus keras saat penisnya memuncratkan seluruh cairan spermanya ke dalam liang kewanitaan Melanie.

Melanie hanya melenguh pelan saat merasakan cairan sperma Alex memenuhi liang rahimnya, darah perawan Melanie tampak menetes dari bibir kemaluannya saat Alex mencabut batang penisnya dan bertukar posisi dengan Paul yang sudah bernafsu untuk menggagahi tubuh telanjang Melanie.

Paul masih sempat merobek celana dalam gadis itu dan melemparkannya ke arah Aske sebelum dia mulai memperkosa dan menyetubuhi tubuh indah Melanie..

Akhirnya mereka berdua pergi meninggalkan kami dengan tawa penuh kemenangan, saat itu kami benar-benar tidak berdaya, kami hanya bisa menyesali peristiwa naas ini, menangis dan berpelukan satu sama lain, berharap semoga kami tidak sampai hamil akibat perbuatan mereka.

Dalam hati aku memaki dan menyumpahi mereka, mudah mudahan suatu saat kelak, anak, istri atau keluarga mereka akan merasakan bagaimana sakitnya diperkosa..

E N D

Posted in Indo Naked, snsdlover | Tagged , , , | Comments Off on Aske dan Karyawati Baru – 3

Kasih yang Hilang

Cherry Belle - Wenda Chiby_WM

Cheryl Cole (née Tweedy) (8).foto cewek manis dan anggun berjilbab_WM

Cheryl Cole (née Tweedy) (16).Resep Ayam Bungkus Saus Tiram Yang Gurih_WM

Cheryl Cole (née Tweedy) (24).Perangkat Keras Jaringan Komputer_WM

Cheryl Cole (née Tweedy) (32).biodata lengkap ario setiawan_WM

CerSexMek: Kasih yang Hilang


CerSexMek = Cerita Sex Memek

Cerita ini merupakan sebuah kisah nyata yang sampai sekarang masih menjadi ganjalan di dalam pikirannku. Tentang arti kisah cinta yang dapat mengubah arti cinta bagi para pakar percintaan. Saya adalah seorang mahasiswa di sebuah universitas negri di kota kembang (Bandung). Sebut saja nama saya Andi (samaran), saya berasal dari suatu daerah di Jawa Tengah. Apabila saya pulang ke Jawa, harus menempuh perjalan semalam untuk sampai di Jawa Tengah. Suatu waktu saya harus menempuh perjalanan ke Jawa dengan cara berantai, yaitu dari Bandung-Purwokerto-Solo, sebab hari itu memang arus antar kota sangat padat hingga saya tidak mendapat tiket bus yang patas. Semua itu harus saya jalani dengan terpaksa, Bus Mandala adalah bus yang akan mengantar saya ke Jawa, tetapi harus transit dulu ke Purwokerto baru ke Jawa.

CerSexMekCerita Sex Memek 😀 Terbaik

Sampai di Purwokerto kira-kira jam 19:00, transit dulu kira-kira satu jam baru berangkat lagi. Kesempatan istirahat itu tidak saya sia-siakan dengan berkeliling terminal sekaligus mencari rumah makan di terminal. Capai, penat, dan panas suasana malam itu, saya memasuki sebuah rumah makan yang lumayan bersih untuk beristirahat. Setelah memesan semangkuk soto dan es teh manis, saya mencoba iseng memandang sekeliling untuk mencari tempat yang strategis untuk pandangan ke arah bus saya agar tidak ketinggalan.

Waktu menengok ke samping, saya melihat sesosok wanita yang kira-kira seumuran di bawahku (23 th). Pandangan kami bertemu, tapi saya cuek saja dan membuang pandangan ke tempat lain. Sepintas saya lihat tatapan matanya yang mencerminkan kebingungan. Setelah saya pikir-pikir, apa salahnya sich beramal membantu orang sekaligus kenalan dengan cewek cakep. Wajahnya manis dengan tubuh yang langsing, dibalut dengan celana jeans dan kaos ketat. Saya dekati dia, dan setelah berbasa-basi akhirnya saya dipersilakan duduk di depannya, Monica namanya. Sambil makan kami ngobrol, tidak sulit untuk bergaul dengan dia yang orangnya supel dan enak diajak ngobrol, dia dari Jakarta dan hendak ke tempat temannya di Purwokerto. Hingga tiba waktu kami untuk berpisah, dia memberikan nomor tempat dia tinggal. Kami berpisah.

Satu minggu kemudian saya mencoba untuk menelpon dia setelah tiba di Bandung, sebab bila saya telpon dari Jawa, saya takut ketahuan pacar. Ternyata dia masih ingat kepada saya. Hari demi hari kami lewati dengan telpon. Hingga saatnya tiba bagi kami untuk bertemu di Purwokerto, rupannya dengan kerajinan saya menelpon dia telah menumbuhkan benih-benih cinta di antara kami.

Saya berangkat hari minggu ke Purwokerto siang hari dan sampai ke Purwokerto malam hari jam 20:00. Saya langsung telpon dia suruh menjemput saya. Saya tunggu dia di tempat kami membuat janji. Sudah 30 menit saya menanti dia hingga hampir hilang kesabaran saya, tiba-tiba dari arah samping terminal terdengar riuh para tukang ojek dan tukang becak terminal bersorak. Ada apa gerangan..? Saya mencoba untuk menengok ke sumber suara itu. Sesosok tubuh yang sangat langsing turun dari sebuah becak dengan mengenakan rok yang super mini, kaos ketat dipadu dengan jaket sebatas pusar, berpotongan rambut shagy pendek, sangat serasi dengan hiasan paha mulusnya. Sejenak saya lupa dengannya, kami berpandangan lalu berjabat dengan mesra, saling berangkulan dan berjalan pelan menuju ke arah pintu keluar dengan disorot puluhan mata orang-orang di terminal. Jelas saja hal itu menarik pandangan orang-orang.

Kami sejenak mengobrol seolah-olah sudah lama tidak berjumpa. Benih-benih cinta saya mulai tumbuh seiring dengan sentuhan-sentuhan saraf tangan saya hingga bereaksi terhadap burung muda saya, keras menantang siap meluncur. Saya langsung ambil inisiatif dengan mengajak dia keluar terminal mencari becak ke hotel terdekat. “Hotel PB” yang letaknya persis di belakang terminal Purwokerto menjadi saksi malam panjangku (cerita inilah yang menjadi nick chatting saya ‘malampanjang’).

Semua administrasi saya lunasi. Sampai di kamar kami langsung berpelukan erat memanggut bibir melepaskan semua belenggu kerinduan kami. Sengaja saya hentikan sejenak untuk mengistirahatkan tubuh saya dengan mandi. Setelah mandi kami berdua rebahan di tempat tidur, dia bercerita tentang dirinya, tentang kepergiannya dari Jakarta ke Purwokerto (sebagai singger di sebuah pub malam) dan semuannya. Terjatuh hati saya oleh keindahan fisiknya dan kejujurannya. Hingga tanpa sadar kami berbicara dari hati ke hati tentang isi perasaan hati masing-masing. Saya peluk tubuh mungilnya lembut, saya kecup keningnya, bibirnya dan lehernya. Menggelinjang dia ketika saya cium tengkuknya, dia mencoba menolak, saya tanyakan mengapa..?

“Aku sudah lama tidak berhubungan badan Ndi.., aku takut nanti setelah kamu merasakan tubuhku kamu akan pergi dariku..” jawabnya disertai dengan derai air mata.
Hal itu yang mambuat saya terperangah, sebab sungguh saya tidak punya sedikit bayangan pun tentang itu.
“Aku melakukannya sesuai degan pergerakan cinta kasihku kepadamu..” jawab saya.
“Maafkan aku bila kamu tidak menginginkannya, maafkan aku..” sambil memakai baju yang sempat saya lepas, dia trauma dengan kejadian pada orang yang sangat dia sayangi pergi meninggalkannya akan terjadi padanya saat itu.
Saya peluk dia yang masih terus menagis sambil menatap dengan rasa iba pada saya seolah berharap saya tidak akan pergi meninggalkannya. Dalam hati kecil saya saat itu terjadi pergolakan antara memilih dia dengan memilih pacar saya. Saya masih menunggu untuk memutuskan hal itu.

Kembali kami bercakap-cakap sambil mengeluarkan tawa canda, yang tanpa sadar kejadian itu terulang lagi, kami tidak tahu siapa yang memulai, kami sudah saling berpelukan dengan bersandar di dinding kamar di dekat cermin besar hotel. Keadaan sudah sangat panas untuk dihentikan, baju saya sudah terlepas dan jatuh ke lantai, dan perlahan-lahanpun baju Monica dapat saya lepas dan rok mininya saya singkapkan ke atas hingga tersisa BH dan celana dalamnya, kira-kira berukuran 34.

Sejenak dia mendorong saya untuk menghentikan saya sambil memandang dalam ke arah mata saya dan berkata, “Apakah kamu melakukan ini gambaran dari rasa sayangmu padaku?” kata dia.
“Bukannya aku akan menghiburmu, tapi itu adalah sebuah kenyatan di dalam hatiku, aku sayank kamu..” bisik saya di dekat telingganya sambil mendekapnya.
“Akhirnya kebahagiannku terulang lagi Andi..” jawabnya lirih.

Saya tidak mengubris lagi pertahanannya, karena otak kotor saya sudah mendominasi seluruh isi kepala. Perlahan-lahan pula pertahanannya mulai mengendur, hingga saya dapat dengan leluasa menjamah tubuh indah ini. Perlahan saya lepas BH-nya, hanya dengan sekali jentik lepas sudah kaitnya. Saya buka perlahan-lahan satu bagian dari payudaranya, saya kecup lembut dan bergerak melingkari payudaranya dengan lidah nakal saya, hingga pada akhirnya mendapatkan sebuah puting coklatnya menyembul keras dan padat sekali payudaranya. Saya hisap lembut sambil memainkan dengan lidah di dalam mulut saya, saya cupang sekeliling putingnya hingga meninggalkan bercak merah yang sangat banyak.

Perlahan sekali saya bergerak ke arah payudara yang satunya. Saya singkap BH-nya hingga sekarang tampaklah sepasang gunung kembar dengan ujung yang berwarna coklat, putih bersih dan kencang. Benar-benar sangat mengairahkan, adik kecil sudah sangat menegang dengan keras. Memang sengaja saya buat tempo yang lambat, sebab tidak ingin malam ini berakhir. Bagian payudara adalah bagian yang sangat saya suka dalam berhubungan intim, saya buat cupang yang banyak di kedua payudaranya.
“Oohh.. oohh.. sshh.. oohh.. yyaahh..” erangnya.
“Kurang keras Annddii..!” sambil tangannya meremas tangan saya dengan keras.

Saya mulai mengeraskan tempo permainan, disertai dengan gigitan kecil pada kulit mulusnya, saya membiarkan semuannya berjalan dengan keadaan hati dan emosi saya. Nafsu saya mulai memburu, dengus-dengus nafsu sudah mulai nampak, itu berarti saya sudah menjadikan diri saya sendiri bergerak bebas ekspresi bagi seorang yang beraura kerbau mulai tampak. Keringat mulai membasahi tubuh saya, dengus hidung saya mulai mengeras.

Terus saya kecup payudaranya sambil meremas-remas putingnya, perlahan saya turun ke arah perut sambil meninggalkan kecup merah di sana-sini, menuju pusat dari kewanitaannya, melewati paha mulusnya melumat dengan kecupan-kecupan dan jilatan dari lidah saya. Kemudian menuju ke arah kedua betis dan telapak kaki. Kembali saya ke atas melewati paha-paha Monica, mengendus mencoba mencari bau khas tubuhnya, hingga sampailah pada sebuah gundukan bukit yang mengundang gairah.. ditumbuhi dengan rambut-rambut yang lembut. Saya endus bau yang keluar dari kemaluannya, tak beraroma.. ini menandakan sehat. Segera saya mengecup bagian atas dari bulu kemaluannya, saya jilat bagian pinggir dari belahan vaginannya.

“Aahh.. ahh.. enak A..Andi.. ngga kuat..” rintihnya.
“Oohh.. ooh.. hh..” sambil tangannya mencoba membuka lubang kemaluannya dan mengusapnya.
Saya sentuhkan ujung lidah saya ke arah lubang vaginannya, sedikit demi sedikit mengenai klitorisnya yang sudah sangat mengeras dan besar. Saya jilat klitorisnya dengan irama yang cepat sambil sesekali menghisap semua vaginanya disertai dengan gigitan kecil saya pada klitorisnya. Saya mainkan sesuka hati dan sesuai dengan gerak nafsu. Saya gosok dengan lidah sambil meremas payudaranya.

Saya sudah tidak kuat dengan situasi tersebut, dia ganti membalikan saya dan mengerjai saya dengan posisi telentang. Dia menjelajahi detail tubuh saya, hingga kelemahan saya berhasil ditemukan olehnya, puting saya dihisapnya hingga membuat saya mengejang kenikmatan. Saya balikkan kembali dia, saya acungkan burung coklat saya ke arah mulutnya untuk dikulumnya.
“Clluupp.. clupp.. cppllokk.. cpllook..” suara oralnya.

Basah sudah burung saya dan kemaluannya. Saya menindihnya, dia terpejam pasrah menantikan hujaman burung coklat saya. Saya coba hujamkan tanpa bantuan tangann dan.. tidak berhasil. Kenapa ini..? Sempat saya berpikir, perawankah dia..? Sulit sekali memasukkan ke dalam lubang vaginannya yang tetap tertutup rapat.
Saya bertanya padanya, “Memek kamu rapet sekali, kamu masih perawan..?” tanya saya.
“Bukan Andi.. aku sudah satu tahun tidak di sentuh lelaki, aku truma..” jawabnya.
Mungkin dia masih trauma dengan kejadian dengan pacarnya yang pergi meniggalkannya.

Akhirnya dengan bantuan pelicin yang saya tambahi, dan dengan saya bukanya lubang kemaluannya, berhasil masuklah burung coklat saya. Seperti terjepit, sesak, dan sangat mengigit, ini mungkin pangaruh dari lamanya dia tidak berhubungan sex.
“Srreett.. srrett.. srrett.. bblluuees..” akhirnya masuk semua ke dalam vaginanya.
Saya coba goyang perlahan-lahan supaya dia tidak kesakitan dan beradaptasi.
“Clleepp.. clleepp.. clleepp.. breett.. bbrrett..”
“Cplokk.. cpplokk.. cpllookk..” suara dari vaginanya.
“Aaahh.. ahh.. terus Anndii.. ahh.. nikmat sekali..!” erangnya.
Benar-benar mengigit sekali lubang vaginanya, sampai ditarikpun bukan penis yang bergerak, tetapi kulit penis saya yang bergerak oleh karena kuatnya cengkeraman vaginanya.

Setelah sekian lama kami beradu dalam nafsu, ada suatu tekanan yang besar dari dalam perut bawah saya, bergerak perlahan mencoba untuk meledak keluar melalui burung coklat saya. Saya cabut dan tahan dengan pernafasan dalam supaya sperma saya tidak jadi keluar. Saya masukkan lagi ke dalam lubang vaginanya, saya goyang pinggul saya dan hentakkan keras-keras hingga badannya berguncang-guncang dan payudaranya bergerak ke atas dan ke bawah, hal ini justru membuat nafsu saya bertambah besar. Saya tidak tahan lagi, tempo gerakan saya percepat, cepat sekali hingga ranjang tempat kami bermain berguncang.

“Cclleepp.. clleepp.. clleepp.. cplok.. cplok.. cplok..”
“Aahh.. ahh.. ooh.. Andi.. ohh.. Andi.. terus.. Andi.. aku.. maauu.. keuluaarr.. aahh.. aahh..!” keras sekali dia mengerang. Rupanya dia mengalami orgasme.
“Ooohh.. ohh.. Saayyanngg.. aku mau keluar.. aku mau ke.. luar.. oohh.. ohh..!”
Saya cabut kemaluan saya, lalu mengocoknya di atas payudaranya.
“Ccrroott.. crrott.. ccrott.. ccrot.. ser.. sser..”
Terjatuh saya di samping tubuh bugilnya dengan nafas memburu dan keringat bercucur, banyak sekali sperma yang saya keluarkan di tubuhnya. Saya lirik dia yang juga kecapaian, tangannya meratakan semua sperma yang saya tumpahkan di atas payudaranya. Dia beranjak dari tidurnya, lalu menindih saya sambil memasukkan sisa sperma yang masih berada di jari tangannya ke mulutnya, lalu mencomot lagi sperma di dadanya, lalu memasukkan ke mulut saya, hangat dan tidak terasa.

Dijatuhkan kepalanya di atas dada saya sambil medekap tubuh saya yang masih panas.
Saya kecup dia sambil berbisik, “Makasih yaa..!”
“Koq dibuang spermanya..?” tanyanya.
“Emang kenapa..?” saya balik bertanya.
“Khan sayang kalo dibuang..” jawabnya.
Saya hanya tersenyum, lalu di permainan-permainan berikutnya saya tidak pernah membuang-buang sperma saya keluar, saya masukkan semua ke dalam vaginannya.

Kami mandi bersama, lalu mengobrol lagi dan kami melakukan lagi. Kami tidur kira-kira jam 04:00 pagi, 2 kali kami melakukan permainan dan 3 kali di keesokan harinya sampai sore hari, seharian kami tidak berpakaian hanya ditutupi selimut, keluar membeli makanan. Kami berjanji untuk terus bersama sampai waktu memisahkan kami. Kami saling mencintai dan berurai air mata ketika saya akan balik ke Bandung, dia takut untuk ditinggalkan dan berat mengantar kepergiann saya ke terminal. Tapi saya harus kembali ke Bandung untuk menyelesaikan study saya dan berjanji untuk menelpon dia begitu sampai di Bandung.

Malam harinya setelah saya sampai di Bandung, sesuai dengan janji akan menelponnya, lalu saya coba menelpon hotel tempat dia tinggal (“Hotel RM”), tapi jawab operatornya Monica sudah pindah tempat. Bagai disambar geledek di siang hari, saya terkejut, dia yang ingin saya tidak meninggalkannya, tapi dia hilang tanpa ada jejak tempat tinggal, tanpa pesan. Lalu apa arti cinta dan kasih sayangnya selama ini, apa arti air matanya yang menetes di dadaku, apa arti janji setianya, apa arti semua kelakuan kami. Hal itu yang sampai sekarang menjadi pertanyaan di dalam hari-hari saya.

Monica, bila kamu membaca kisah kita ini tolong beri jawaban pada saya, saya tidak akan menemuimu bila itu yang kamu inginkan, tapi jawab apa arti semua ini. Bila saya laki-laki yang tidak bertanggung jawab, saya tidak akan memikirkan tentangmu karena saya sudah menjamah tubuh indahmu. Sayangnya saya bukan type pria seperti itu. Sebelum tercipta banyak kenangan indah cukuplah kita mengakhiri semua ini. Maafkan saya Monica dan maafkan saya pacarku karena sudah menghianatimu, tapi kamulah yang keluar sebagai pemenang untuk menemaniku mengarungi kehidupan sampai akhir hayat.

TAMAT

Posted in Indo Naked, snsdlover | Tagged , | Comments Off on Kasih yang Hilang

Bondage Game Bersama Lia – 2

Chiaki Kuriyama (1).jav bugil hd_WM

Chiaki Kuriyama (17).foto di perkosa rame rame_WM

Chiaki Kuriyama (34).foto telanjang japanese_WM

Chiaki Kuriyama (48).kumpuan foto gir jibab bugi_WM

Chisato Moritaka (1).foto hot abg sexy setengah bugi_WM

Kumpulan Cerita Sex di Sertai Foto Memek Terbaik,
Full Tanpa Sensor

Dari bagian 1

Tidak lama kemudian, pembantunya pun pergi dan dia kembali ke garasi lalu membukakan pintu mobil dan berkata.

“Aku suruh pembantuku pergi agar dia tidak melihat kami dalam keadaan seperti ini. Aku nggak mau orang lain tahu tentang ini.”

Lia pun lalu menuntun aku masuk ke rumahnya tanpa melepaskan penutup mata dan belenggu di tanganku. Setelah dia menempatkan aku pada sebuah kamar ruangan dan memintakan untuk duduk beristirahat sejenak.

“Aku mau ambil tas dulu dimobil ya. Kamu tunggu aja dulu disini.”

Dia pun lalu berjalan pergi. Sekembalinya, Lia lalu melepaskan bandana yang penutup mataku, begitu pula dengan borgolnya. Aku mengucek-ngucek kedua bola mataku karena penglihatan yang buram selah tertutup beberapa saat. Lia lalu berkata.

“Permainan baru akan dimulai dan sekarang aku akan mengikatmu. Jangan coba-coba kabur ya karena kalau iya, kamu akan merasakan hukumannya. Ayo sekarang lepas baju dan celanamu”.

Aku menurut saja sambil menunggu dengan berdebar-debar. Tidak semua kutanggalkan, hanya celana dalam yang masih menempel di badanku. Kumemohon padanya untuk tidak memintaku melepaskan CD ini. Dia pun setuju namun kemudian dia berkata.

“Sekarang CD boleh tetap di tubuhmu tapi aku tidak janji apakah akan tetap terpakai sampai permainan ini selesai nantinya.”

Kegairahan yang sangat kurasakan sehingga penisku berdiri tegak dan keras. Aku sudah tak sabar menunggu untuk diikat olehnya. Lia lalu membuka lemari pakaian yang ada di ruangan tersebut dan kulihat dia mengambil sesuatu. Tak bisa terlihat dengan jelas apa yang diambilnya karena terhalang oleh tubuhnya. Dia lalu menuju kamar mandi dan beberapa saat kemudian keluar dan kulihat dia sudah berganti pakaian. Dia sekarang menggunakan gaun malam kimono, berwarna hitam dan tipis terbuat dari sutera dan tembus pandang. Terlihat jelas dari balik gaun malam yang anggun celana dalam yang menempel ditubuhnya. Kedua payudaranya sudah tidak lagi tertutup oleh BH.

“Wau, cantik, anggun dan manis sekali kamu pakai itu. Maaf ya, kenapa nggak sekalian aja celana dalamnya dilepas?” gurauku.
“Dasar lelaki, brengsek dan kurang ajar banget sih loe. Tunggu aja nanti.” Lia terlihat sebal dan emosi mendengar gurauanku.

Sambil menahan emosi, dia lalu kembali ke lemari dan mengambil sesuatu. Terlihat beberapa selendang berwarna hitam, putih, biru dan merah tergenggam di tangannya. Selendang-selendang yang panjang-panjang dan terbuat dari kain sutera yang halus dan tipis.

“Ayo, permainan sudah di mulai. Letakkan kedua tanganmu di belakang!” terdengar emosinya.

Akupun menurut dan meletakkan kedua tanganku dibelakang badan. Terasa kulit jari-jarinya yang halus memegang ke dua tangan di belakang. Dirapatkannya kedua tanganku lalu selendang berwarna putih di lilitkan dengan kuat berputar berkali-kali mengelilingi pergelangan tanganku. Sekali-kali ditariknya kedua ujung selendang berlawan arah menguatkan ikatan itu. Setengah selendang sudah dililitkannya dipergelangan tanganku dan kemudian ia pindahkan lilitan selendang itu diantara rongga pergelanganku. Lilitan ini untuk mengunci ikatan agar tidak mudah dilepaskan. Setelah beberapa lilitan, ujung simpul kedua selendang itu ditarik berlawan arah memperkeras lilitan yang sudah terasa kuat dan lalu ia ikatankan sekencang-kencang.

“Aduh, kuat sekali. Jangan terlalu keras dong nanti peredaran darahku bisa terganggu.” tuturku pada Lia.

Dia tidak memperdulikan perkataanku tadi. Untuk tidak memungkinkan ke dua ujung simpul di buka olehku, dia lalu menyatukan ke dua ujung simpul selendang itu dengan lakban.

“Bagaimana rasanya terikat, ini baru permulaan. Aku masih mempunyai beberapa selendang dan tali-tali yang belum kupakaikan padamu” katanya.

Kurasakan emosinya yang belum mereda. Kemudian diambilnya selendang kedua berwarna merah dan mengikatkannya di dua siku lenganku. Hal yang sama di lakukannya ketika Lia mengikat kedua pergelangan tangaku.

“Aduh, sakit sekali. Tolong jangan terlalu keras” sapa aku ke Lia.

Seperti sebelumnya, Lia tidak menghiraukan perkataanku dan terus menyelesaikan ikatannya. Keadaan terikat ini membuatku semakin bergairah dan terangsang. Penisku terasa sangat keras bagikan tembok menara.

“Eeh kamu kelihatannya enjoy sekali ya diikat. Awas ya kalau spermamu sampai keluar sebelum aku mau. Kamu harus tahan itu, kalau tidak aku bisa sangat marah dan resikonya bisa bahaya..” katanya sambil mengejekku.

Dia lalu kembali lagi ke lemari dan sekarang mengambil celana dalamnya serta di masukkannya ke mulutku. Di tekannya CD itu dalam-dalam ke rongga hingga menyentuh mulutku sehingga terasa sesak dan penuh sekali. Setelah itu, di ambilnya bandana yang tadi digunakan untuk menutup mataku dan dililitkan beberapa kali menutupi mulutku yang tersumbat celana dalamnya. Di ujung bandana itu dililitkan lakban memutar beberapa kali untuk memastikan bandana itu tidak terlepas. Ugh, ugh, ugh.. suara mulutku yang tersumbat terdengar mengatakan sesuatu padanya.

“Kamu ngomong apa sih? Kalau mau ngomong yang jelas dong..” sapanya mengejekku.
“Aku belum selesai dengan kamu. Kakimu masih bebas dan tak mungkin kubiarkan.”

Diambilnya selendang hitam dan di lilitkanya ke kaki ku seperti yang di lakukan pada pergelangan tanganku. Setelah selesai dengan kaki, dia lalu melanjutkan mengikat ke dua lututku dengan selendang lainnya. Ikatan-ikatannya terasa sangat kuat. Tidak puas, dia kemudian mengambil tali dari dalam tas dan di ikatkannya di antara ke dua rongga kakiku dan lalu menariknya ke atas hingga menyentuh tanganku. Sakit sekali rasanya ketika kaki dan tanganku disatukan. Ia lalu lilitkannya tali itu beberapa kali dan sebelum mengikat ujung tali, ia tarik tali itu berlawanan arah sehingga ikatan terasa semakin kuat. Ugh, ugh, ugh.. teriakku menahan rasa sakit. Namun tidak tahu mengapa diriku begitu menyukai keadaan ini. Aku semakin bergairah dan terangsang.

“Itu kan yang kamu katakan posisi hogtie” katanya sambil tersenyum mengejek kepadaku.

Aku hanya dapat menggangguk menjawab sapaan Lia.

“Apa yang harus kulakukan ke kamu sekarang yah, biar kupikirkan dulu deh sambil istirahat” sapanya.
“Kamu pernah bilang kalau kamu biasanya berusaha melepaskan ikatan yang membelenggumu, sekarang coba buktikan. Aku mau lihat. Aku beri waktu 30 menit.”

Lia pun lalu keluar kamar dan membiarkan diriku dalam keadaan terikat. Aku berusaha keras untuk melepaskan ikatan-ikatan yang membelenggu tangan dan kakiku. Beberapa kali kucoba namun sia-sia. Ikatannya sangat sulit kujangkau dengan jari-jari tanganku. Lia mengintip dan mengawasi dari sela-sela pintu kamar yang sengaja tidak di tutupnya. Lia kembali masuk ke dalam kamar pada saat aku sedang berusaha melepaskan ikatan untuk yang kesekian kalinya.

“Silahkan saja kalau bisa. Ayo buktikan kalau memang kamu bisa. Ayo coba..” sapanya.

Ia mengambil gunting dan kemudian berjalan menghampiri diriku lalu menggunting celana dalamku dan melepaskannya. Sekarang aku telanjang bulat tanpa ada satu helai bahanpun yang menempel.

“Tadi aku minta kamu menahan ereksimu dan aku senang kamu bisa melakukannya. Sekarang aku mau kamu mengeluarkannya. Ayo, ayo keluarkan spermamu..” pintanya dengan suaranya yang mengejek.

Aku tidak bisa berereksi walaupun aku sangat bergairah dan terangsang. Setelah beberapa saat tidak keluar, ia lalu menempelkan tangan halusnya di penisku dan kemudian mengocok-ngocok beberapa kali. Tak lama kemudian spermaku pun berhamburan di sekitar tempatku terbaring. Semprotan sperma yang sangat kencang kurasakan. Sebagian dari hemburan itu mengenai muka Lia.

“Ha ha ha ha..” terdengarnya tertawa puas.

Setelah itu kulihat paras mukanya berubah menjadi benci dan marah. Aku tak tahu apa sebabnya.

“Kamu laki-laki memang sialan. Aku benci sama kaum semua.”

Plak, plak, plak.. terdengar suara tamparan Lia ke arah bokongku. Di ulanginya lagi tamparan tersebut berkali-kali. Aku tidak dapat berkata apa-apa dan membiarkan saja kejadian itu. Aku berteriak menahan sakit namun sia-sia belaka karena mulutku masih tersumpal.

“Mau coba minta tolong? Ayo silahkan kalau kamu mampu dan bisa. Silahkan, ayo teriak sekencang-kencangnya..” bentaknya.

Setelah itu Lia pun berhenti dan kulihat parasnya berubah menjadi sedih seperti sedang memikirkan nasib sial yang baru menimpanya. Tak kudari air mataku menetes merasa kasihan dan iba terhadapnya. Tak lama kemudian ia meninggalkanku sendiri di dalam ruangan.

Seperti sebelumnya, akupun berusaha melepaskan ikatan-ikatan yang membelenggu diriku. Untuk kesekian kalinya aku gagal. Lama rasanya aku menunggunya. 30 menit sudah berlalu namun rasanya seperti beberapa jam. Lia pun kembali masuk ke ruangan namun sekarang raut mukanya sudah berubah cerah.

“Apakah tangan dan kaki kamu terasa sakit?” tanyanya kepadaku.

Aku mengangguk.

Lanjutnya dia berkata, “Baik, kalau begitu akan aku buka semua ikatan itu.”

Dibukanya ikatan yang membelenggu kakiku dan kemudian lututku dan terakhir di siku lenganku. Dia tidak melepaskan ikatan di pergelangan tanganku dan sumpal yang membelenggu mulutku. Lia memintaku untuk duduk beristirahat. Lia lalu berjalan ke arah tas dan mengeluarkan isinya.

“Aku hanya memberikan waktu sebentar untukmu beristirahat dan sekarang akan aku pasangkan tali-tali ini di tubuhmu sebanyak mungkin. Sengaja tak kulepaskan selendang pengikat tanganmu karena aku tidak mau terjadi hal-hal yang tidak kuharapkan.”

Dia pun kemudian berjalan mendekatiku. Dengan tangan masih terikat, Lia memintaku untuk berdiri dan berjalan ke ruangan lainnya. Dengan tuntunannya, akhirnya aku sampai di ruangan yang letaknya bersebelahan dengan ruang sebelumnya. Aku heran ketika melihat ada besi seperti huruf U terpasang di langit-langit kamar itu disertai tali panjang menggelantung di besi itu. Aku pun bertanya-tanya pada diriku untuk apa besi yang tergantung di langit-langit ruangan.

Tanpa kusadari, Lia mendorong dan menjatuhkan tubuhku ke lantai dan mulai mengikat kaki, lutut paha dan siku tanganku dengan tali-tali tersebut. Di ikatkannya tali-tali tersebut sekuat-kuatnya dan pada ujung simpul tali di satukan serta di lakban agar tidak mudah di lepaskan olehku. Selendang pengikat tanganku tak dilepaskannya malah Lia mengikatkan seutas tali lagi dengan kuat pada tanganku yang sudah terikat. Selanjutnya, diambilnya tali yang sangat panjang kemudian mengikatkan tali tersebut ke seluruh tubuhku mulai dari pundak hingga ke ujung kaki. Tanganku sekarang sudah menyatu dengan badanku. Tidak ada ruang gerak dan terasa amat sesak. Dia lalu membisikkanku.

“Apa yang kamu dapat lakukan sekarang? Kamu sudah menjadi milikku dan aku bebas melakukan apa saja yang aku mau. Kamu tidak bisa menolak. Yang hanya kamu bisa lakukan adalah pasrah dan menerima. Aku senang dengan keadaan ini.”

Ke bagian 3

Posted in Indo Naked, snsdlover | Tagged , , , | Comments Off on Bondage Game Bersama Lia – 2